Studi ini mengkaji spiritualitas sebagai sumber vital ketahanan dalam menghadapi krisis pribadi dan sosial. Krisis pribadi seperti kehilangan, penyakit, atau pergumulan keluarga, dan krisis sosial seperti bencana alam, konflik, atau pandemi, seringkali menyebabkan tekanan psikologis dan emosional yang mendalam. Spiritualitas, yang dipahami sebagai pencarian manusia akan makna dan hubungan dengan diri sendiri, orang lain, alam, dan Tuhan, melampaui agama formal dan memberikan kekuatan batin di masa-masa sulit. Penelitian menyoroti bahwa praktik spiritual mengurangi stres, kecemasan, dan depresi sekaligus meningkatkan kemampuan koping dan kesejahteraan psikologis. Pada tingkat individu, spiritualitas memungkinkan orang untuk menemukan makna dalam penderitaan, mengembangkan penerimaan diri, dan mempertahankan harapan. Pada tingkat komunal, spiritualitas memupuk solidaritas, memperkuat ikatan sosial, dan berfungsi sebagai landasan moral bagi persatuan dan rekonsiliasi. Praktik-praktik seperti doa, meditasi, refleksi, pembacaan kitab suci, ibadah bersama, dan kelompok pendukung berfungsi sebagai strategi efektif untuk memelihara ketahanan. Pada akhirnya, spiritualitas bukan sekadar sumber daya pribadi, melainkan kekuatan kolektif yang memberdayakan individu dan komunitas untuk bertahan, beradaptasi, dan bahkan bertumbuh melalui krisis.
Copyrights © 2025