Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis makna yang dialami banyak orang Kristen dalam dunia kerja modern, di mana pekerjaan seringkali hanya dipandang sebagai sarana mencari nafkah atau mengejar karier tanpa menyadari bahwa pekerjaan juga merupakan panggilan ilahi dan bagian dari partisipasi dalam karya ciptaan Allah. Pandangan yang terbatas ini menyebabkan stres, kelelahan, ketidakpuasan, dan hilangnya integritas yang berdampak negatif terhadap kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menjawab bagaimana iman Kristen dapat diwujudkan secara holistik dalam konteks dunia kerja dan keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap fenomena tersebut. Hasil analisis teologis penelitian ini menjadi dasar merumuskan implikasi praktis bagi umat Kristen dalam mengintegrasikan iman di dunia kerja dan keluarga. Pekerjaan dipahami sebagai panggilan ilahi yang memuliakan Allah dan menjadi bentuk ibadah yang menghadirkan shalom melalui etika kerja Kristen berlandaskan integritas dan pelayanan. Keluarga dianggap sebagai rancangan ilahi dan “gereja mini” yang mencerminkan kasih Kristus, tempat pewarisan iman secara aktif. Prinsip Sabat penting untuk pemulihan dan mempererat ikatan keluarga. Kesimpulannya, iman Kristen harus mengalir secara menyeluruh dalam kerja dan keluarga sebagai panggilan hidup untuk memuliakan Allah dan mentransformasi individu serta masyarakat.
Copyrights © 2025