Menjadi serupa dengan Kristus adalah kehendak Allah dalam Firman-Nya. Belum semua orang percaya dapat menunjukkan kehidupan yang sama seperti Kristus. Setiap orang percaya mengalami proses pertumbuah rohani yang berbeda-beda. Ada yang memiliki pertumbuhan yang cepat dan ada yang lambat. Tetapi semua itu haruslah diperjuangkan. Orang Kristen juga mengalami kegagalan dalam mentaati Firman Tuhan. Mengalami sakit hati, kemarahan, kebencian, melakukan kebiasaan buruk dan sebagainya, yang intinya tidak mengalami perubahan dalam karakternya. Pada saat menerima pertolongan dari orang lain, belum tentu mendapatkan pendampingan yang tepat. Sehingga orang tersebut tidak merasa ditolong, tetapi justru mendapatkan masalah baru. Tujuan penelitian ini, peneliti memaparkan peran mentor dalam mendampingi mentee untuk perubahan karakter, dengan pendekatan sebagai seorang sahabat. Peran mentor dalam pembetukan karakter adalah: memberikan pendampingan dan arahan yang benar menuntun kepada kebenaran sesuai dengan Firman Tuhan dan memberikan contoh teladan hidup yang baik, sehingga pendampingan menjadi lebih efektif. Seorang mentor juga harus memiliki sikap yang baik yang perlu dikembangkan, yaitu: kasih dan penghargaan, lemah lembut, rendah hati, sabar, bersahabat dengan hangat, suka menolong, rela dan tulus, terbuka, rela berkorban dan memberi perhatian. Seorang mentor perlu menempatkan diri bahwa seorang mentor dan mentee memiliki derajat yang sama, yaitu sebagai manusia berdosa dan sama-sama mendapatkan kasih karunia dari Allah, yaitu pengampunan dosa. Oleh sebab itu, seorang mentor tidak berhak untuk menghakimi dan merendahkan. Yesus memberikan teladan dalam pelayanannya bahwa Yesus mendekati orang berdosa, tidak menjauhi. Yesus menegur dengan kasih dan memberi pengharapan untuk pemulihan sehingga orang yang dilayani dapat terbentuk karakternya, mengalami perubahan dan dapat dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya untuk melayani Tuhan.
Copyrights © 2025