Riniwati, R
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran dan Kendala Orang Tua Dalam Pendampingan Pembelajaran Siswa Pendidikan Agama Kristen Dimasa Pandemi Covid-19 Desserly Krismawaty Wesly; Edi Sujoko; R Riniwati
Didache: Journal of Christian Education Vol 2, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/djce.v2i2.441

Abstract

The role of parents is a determining element of student success during the Covid-19 pandemic. Achieving success in children's education cannot be separated from the vital role of parents, who are the primary source in children's education. The research question is: What is parents' role in Christian Religious Learning during the Covid-19 pandemic at SDN 02 Kalirejo in the 2019/2020 academic year? The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study indicate that parents act as teachers, motivators, facilitators, and mentors. Then it was also found that not all parents of students have played their role in the distance learning process during the Covid-19 pandemic. This is due to several factors, including an incomplete understanding of the role of parents in the distance learning process; minimal socialization about the role of parents in distance learning either from schools or educators; distance learning is new for parents; working parents cause the time allocation to be minimal. 
Pembinaan Guru Sekolah Minggu Untuk Mengajarkan Konsep Keselamatan Pada Anak R Riniwati
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 4, No 2 (2020): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.085 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v4i2.247

Abstract

This article discusses the formation of Sunday school teachers to teach children safety. The author uses a qualitative approach to analyze teacher needs, then the authors construct a pattern of coaching Sunday school teachers by elaborating sources of literature in accordance with the needs of teachers obtained from the needs analysis. The results of the needs analysis show there are three main needs needed by the teacher, namely aspects of knowledge about sin and salvation, aspects of personality where there are teachers who are still unsure of safety, and aspects of skills related to the ability to teach safety. The proposed pattern of coaching is to provide teaching about sin and salvation, the use of media for evangelism, mentoring or teacher supervision and evaluation.Artikel ini membahas tentang pembinaan guru sekolah minggu untuk mengajarkan keselamatan pada anak. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis kebutuhan guru, kemudian penulis melakukan konstruksi pola pembinaan guru sekolah minggu dengan melakukan elaborasi sumber literatur sesuai dengan kebutuhan guru yang diperoleh dari hasil analisis kebutuhan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan ada tiga kebutuhan utama yang diperlukan guru yaitu aspek pengetahuan tentang dosa dan keselamatan, aspek kepribadian di mana ada guru yang masih ragu dengan keselamatan, dan aspek keterampilan berkaitan dengan kemampuan mengajarkan keselamatan. Pola pembinaan yang diusulkan adalah dengan memberikan pengajaran tentang dosa dan keselamatan, pemanfaatan media penginjilan, pendampingan atau supervisi guru dan evaluasi.
Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Penguatan Profil Pancasila Alisyah, Alisyah; Riniwati, Riniwati
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 2 No. 1 (2024): Christian Education in National Education, 6-7 Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v2i1.856

Abstract

Guru dalam melaksanakan tugas di sekolah memerlukan kompetensi profesional, yaitu melalukan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan keahliannya. Kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Kristen harus dapat diwujudnyatakan dalam penguatan profil pancasila. Sehingga siswa dalam belajar tidak hanya mengalami perkembangan dari segi pengetahuan, tetapi siswa juga mengalami perkembangan dari segi karakter yang mulia dan terpuji sesuai dengan makna dari butir-butir pancasila. Guru PAK harus memiliki kompetensi profesional yang mencakup: 1) Guru menguasi materi. Penguasaan Materi perlu ditingkatkan baik dari segi isi maupun pengembangan materi yang inovatif sehingga kualitas pendidikan semakin menigkat. 2) Guru menggunakan Teknologi sesuai dengan perkembangan jaman. Guru diharapkanb untuk meningkatkan penguasaan dalam menggunakan teknologi untuk mendukug proses kegiatan pembelajaran agar lebih interaktif dan berkualitas. 3) Guru mengembangkan ketrampilan kegiatan pembelajaran lebih efektif. Penulis menggunakan pendekatan studi pustaka dalam metode penelitian kualitatif untuk meneliti dan menganalisis berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan dengan topik yang dibahas. PAK memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan moral keagamaan siswa. Untuk mencapai tujuan ini, kompetensi profesional guru PAK sangatlah penting. Kompetensi ini tidak hanya mencakup pemahaman yang dalam terhadap materi pelajaran, tetapi juga keterampilan mengajar, karakter guru, dan kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam proses pembelajaran.
Peran Generasi Z Dalam Membangun Harmoni Di Tengah Keberagaman William, Harry; Martinah, Martinah; Riniwati, Riniwati
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 2 No. 2 (2024): Quality of Life from a Christian Theological and Educational Perspective, 2 Dec
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v2i2.960

Abstract

Generasi Z, yang mencakup individu yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010, merupakan kelompok yang memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari generasi sebelumnya. Generasi Z dikenal sebagai "digital natives" karena tumbuh dan berkembang di era teknologi informasi yang pesat, di mana akses terhadap internet dan perangkat digital menjadi hal yang umum. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memaparkan tentang  pentingnya peran Generasi Z dalam membangun harmoni di tengah keberagaman. Rumusan Masalah apa saja peran Generasi Z dalam membangun harmoni di tengah keberagaman ? metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pustaka. ada beberapa hal yang bisa di lakukan oleh Generasi Z dalam membangun harmoni yaitu sebagai berikut: pertama, Meningkatkan Solidaritas Nasional, kedua Menggunakan Media Sosial untuk Edukasi dan Kampanye. Ketiga, Dialog antar Agama. Penelitian ini menegaskan peran penting Generasi Z dalam harmoni masyarakat Indonesia yang beragam. Sebagai "digital natives," mereka menyebarkan toleransi dan inklusivitas melalui media sosial, gerakan sosial, dialog antarbudaya, serta pendidikan politik. Meskipun menghadapi tantangan, Generasi Z berpotensi besar menjadi agen perubahan dalam membangun solidaritas dan kepercayaan lintas budaya.
Peran Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Devisiana, Devisiana; Meisyani, Leiria; Magay, Dinus; Riniwati, Riniwati
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 2 No. 2 (2024): Quality of Life from a Christian Theological and Educational Perspective, 2 Dec
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v2i2.962

Abstract

Penelitian ini fokus pada peran masyarakat, khususnya orang tua murid, dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Susukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan komite sekolah, orang tua murid, dan pelaksana sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua sangat signifikan dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan peningkatan sarana prasarana. Selain itu, orang tua aktif berpartisipasi dalam musyawarah untuk merumuskan kebijakan pendidikan, yang menciptakan hubungan harmonis antara sekolah dan masyarakat. Penelitian juga menemukan bahwa partisipasi orang tua dalam program-program luar kelas dan akreditasi sekolah berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Keterlibatan ini tidak hanya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar sekolah terus mengembangkan forum diskusi untuk melibatkan orang tua dalam pengambilan keputusan. Selain itu, penting bagi pihak sekolah untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat guna mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.
Peran dan Kendala Orang Tua Dalam Pendampingan Pembelajaran Siswa Pendidikan Agama Kristen Dimasa Pandemi Covid-19 Wesly, Desserly Krismawaty; Sujoko, Edi; Riniwati, R
Didache: Journal of Christian Education Vol. 2 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/djce.v2i2.441

Abstract

The role of parents is a determining element of student success during the Covid-19 pandemic. Achieving success in children's education cannot be separated from the vital role of parents, who are the primary source in children's education. The research question is: What is parents' role in Christian Religious Learning during the Covid-19 pandemic at SDN 02 Kalirejo in the 2019/2020 academic year? The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study indicate that parents act as teachers, motivators, facilitators, and mentors. Then it was also found that not all parents of students have played their role in the distance learning process during the Covid-19 pandemic. This is due to several factors, including an incomplete understanding of the role of parents in the distance learning process; minimal socialization about the role of parents in distance learning either from schools or educators; distance learning is new for parents; working parents cause the time allocation to be minimal. 
Mentor Sebagai Sahabat Rohani: Peran Dalam Pembentukan Karakter Riniwati, Riniwati
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1150

Abstract

Menjadi serupa dengan Kristus adalah kehendak Allah dalam Firman-Nya. Belum semua orang percaya dapat menunjukkan kehidupan yang sama seperti Kristus. Setiap orang percaya mengalami proses pertumbuah rohani yang berbeda-beda. Ada yang memiliki pertumbuhan yang cepat dan ada yang lambat. Tetapi semua itu haruslah diperjuangkan. Orang Kristen juga mengalami kegagalan dalam mentaati Firman Tuhan. Mengalami sakit hati, kemarahan, kebencian, melakukan kebiasaan buruk dan sebagainya, yang intinya tidak mengalami perubahan dalam karakternya. Pada saat menerima pertolongan dari orang lain, belum tentu mendapatkan pendampingan yang tepat. Sehingga orang tersebut tidak merasa ditolong, tetapi justru mendapatkan masalah baru. Tujuan penelitian ini, peneliti memaparkan peran mentor dalam mendampingi mentee untuk perubahan karakter, dengan pendekatan sebagai seorang sahabat. Peran mentor dalam pembetukan karakter adalah: memberikan pendampingan dan arahan yang benar menuntun kepada kebenaran sesuai dengan Firman Tuhan dan memberikan contoh teladan hidup yang baik, sehingga pendampingan menjadi lebih efektif. Seorang mentor juga harus memiliki sikap yang baik yang perlu dikembangkan, yaitu: kasih dan penghargaan, lemah lembut, rendah hati, sabar, bersahabat dengan hangat, suka menolong, rela dan tulus, terbuka, rela berkorban dan memberi perhatian. Seorang mentor perlu menempatkan diri bahwa seorang mentor dan mentee memiliki derajat yang sama, yaitu sebagai manusia berdosa dan sama-sama mendapatkan kasih karunia dari Allah, yaitu pengampunan dosa. Oleh sebab itu, seorang mentor tidak berhak untuk menghakimi dan merendahkan. Yesus memberikan teladan dalam pelayanannya bahwa Yesus mendekati orang berdosa, tidak menjauhi. Yesus menegur dengan kasih dan memberi pengharapan untuk pemulihan sehingga orang yang dilayani dapat terbentuk karakternya, mengalami perubahan dan dapat dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya untuk melayani Tuhan.