Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program rehabilitasi sosial bagi narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang menggunakan model Outcome-Based Evaluation (OBE). Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya evaluasi berbasis hasil untuk meningkatkan efektivitas program rehabilitasi sosial, mengingat tantangan dalam reintegrasi sosial narapidana pasca-pembebasan. Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana evaluasi program rehabilitasi sosial menggunakan model OBE dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan narapidana, petugas pemasyarakatan, dan konselor adiksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi sosial di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan sosial dan mental narapidana, meskipun terdapat beberapa kendala terkait dengan keterbatasan sumber daya dan fasilitas. Kesimpulannya, penerapan model OBE memberikan gambaran yang jelas mengenai keberhasilan dan tantangan dalam program rehabilitasi sosial, dan disarankan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, fasilitas, serta dukungan pasca-rehabilitasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal.
Copyrights © 2025