Kecemasan terhadap stigma sosial pasca-bebas merupakan salah satu masalah psikologis yang kerap dialami warga binaan selama menjalani masa pidana. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan akan personal stigma melalui intervensi psikoedukasi dan therapeutic writing di Lapas X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dipadukan dengan teknik kualitatif melalui observasi dan wawancara, serta melibatkan 15 responden yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah Generalized Anxiety Stigma Scale (GASS) serta observasi dan wawancara. Hasil asesmen menunjukkan 6 responden (40%) berada pada kategori kecemasan tinggi, 5 responden (33,3%) pada kategori sedang, dan 4 responden (26,7%) pada kategori rendah. Setelah intervensi, sebagian besar responden menunjukkan penurunan skor personal stigma, peningkatan kepercayaan diri, serta motivasi positif untuk berubah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan waktu dan dinamika kelompok, program ini terbukti memberikan dampak psikologis yang konstruktif. Oleh karena itu, intervensi psikoedukasi dan ekspresif layak dipertimbangkan sebagai strategi pembinaan psikososial narapidana
Copyrights © 2025