Penelitian ini mengkaji fenomena perubahan budaya dalam Tari Sere Bissu Maggiri sebagai bagian dari tradisi sakral komunitas Bissu di Sulawesi Selatan, melalui pendekatan transit, transisi, dan globalisasi. Tari ini awalnya berfungsi sebagai ritus spiritual dalam upacara adat Bugis yang dipimpin oleh Bissu, sosok pendeta androgini yang dipercaya sebagai perantara antara manusia dan Dewata SeuwwaE. Namun seiring dengan masuknya Islam, tekanan politik, serta pengaruh pariwisata dan globalisasi, terjadi pergeseran fungsi, makna, dan bentuk penyajian tari tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka, dengan pendekatan teoretis dari Maruska Svasek (transit dan transisi budaya) dan Jonathan Friedman (globalisasi dan identitas kultural). Temuan menunjukkan bahwa Tari Sere Bissu Maggiri telah mengalami proses transit secara geografis dari pusat kerajaan ke wilayah-wilayah pinggiran, serta mengalami transisi makna dari sakral menjadi profan. Globalisasi mempercepat komodifikasi tari ini dalam ranah industri pariwisata, menggeser praktik ritual menuju bentuk pertunjukan budaya yang terlepas dari akar-akar spiritualnya. Penelitian ini merefleksikan pentingnya pelestarian makna otentik dalam tradisi budaya minoritas agar tidak tereduksi menjadi sekadar tontonan folkloristik di tengah arus homogenisasi budaya global
Copyrights © 2025