Pada proses pembuatan minuman berenergi sering ditambahkan zat – zat stimulan ke dalamnya, salah satunya adalah kafein. Efek kafein dapat menghilangkan rasa kantuk, dapat memberikan kebugaran dan kesegaran pada tubuh. Kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan peningkatan pengeluaran urin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kafein dalam minuman berenergi kemasan sachet yang beredar di pasaran. Penetapan kadar kafein dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode iodometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel menggunakan kafein sebagai zat stimulannya, dimana kadar kafein dengan kode A yaitu 48,80 mg, kadar kafein dengan kode B yaitu 46,44 mg, kadar kafein dengan kode sampel C yaitu 34,73 mg dan kadar kafein dengan kode D yaitu 30,71 mg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semua sampel masih memenuhi peryaratan menurut Standart Nasional Indonesia (SNI) No. 01. 6684. 2002 dengan batas kadar kafein dalam minuman adalah tidak lebih dari 50 mg.
Copyrights © 2022