Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi-interkoneksi sains dan Islam perspektif Ibnu Rusyd. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan (library research) dengan sumber data berasal dari buku, jurnal, hingga artikel ilmiah yang kemudian dikaji dan dianalisis untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi-interkoneksi dalam pandangan Ibnu Rusyd dipandang bahwa sumber pengetahuan bukan intelek aktif, melainkan realitas dan teks suci (wahyu) sekaligus. Realitas sebagai sumber ilmu tergali lewat prinsip-prinsip dan hukum sebab-akibat yang ditampilkannya, sedangkan wahyu sebagai sumber ilmu tergali lewat informasi-informasi yang disampaikannya. Meski demikian, dua sumber ini bukan sesuatu yang berbeda atau bertentangan, melainkan satu kesatuan yang saling melengkapi. Hal ini terjadi karena wahyu mengajarkan dan memerintahkan manusia untuk menelaah dan mengkaji realitas. Jika diperintahkan, tidak mungkin prinsip-prinsip hukum alam bertentangan dengan wahyu dan tidak mungkin informasi wahyu berbeda dengan ketentuan hukum alam.
Copyrights © 2024