Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan

KOMPOSISI KIMIA KAYU Acacia mangium Willd DARI BEBERAPA TINGKAT UMUR HASIL TANAM ROTASI PERTAMA

Rena M Siagian (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)
Saptadi Darmawan (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)
Saepuloh Saepuloh (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)



Article Info

Publish Date
29 Aug 2017

Abstract

Penggunaan kayu mangium (Acacia mangium Willd) sebagai  bahan baku pulp sudah  dikenal   baik. Untuk  memperoleh  hasil  yang  lebih optimal  maka perlu dilakukan penelitian  mengenai  sifat  dasarnya pada  beberapa  tingkat  umur.   Sifat dasar yang  diamati pada penelitian  ini meliputi berat jenis,  derajat keasaman  (pH) dan komposisi kimia kayu umur 6, 7, 10, 11 dan12  tahun hasil tanam rotasi I dari Sumatera Selatan.Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  bertambahnya  umur  kayu cenderung menaikkan  berat jenis kayu dan kadar pentosan  dengan nilai berkisar antara 0.47-0.56  dan 16.69%  - 17.84%.   Sedangkan untuk kadar selulosa (52.12% - 50.53%), kadar lignin  (29.81%   -  28.51%), kelarutan     dalam alkohol-benzena  (6. 77%  -4.38%),  kelarutan  dalam air dingin  (4.85% -3.44%)  dan derajat  keasaman  (6. 7 -5. 7)  cenderung turun.  Bertambahnya  umur  kayu  memberikan  nilai  yang  ber- fluktuatif  untuk  kelarutan   dalam  air panas  (4. 74%  -  5.50%),   kelarutan  dalam NaOH  (16.25% - 18.94%),  kadar  abu (0.31%  - 0.83%)  dan kadar silika (0.06%-0.46%). Kayu  mangium  sebagai   bahan  baku  pulp  pada   umur  6  dan  12  tahun  menghasilkan  komponen kimia lebih baik dari pada kayu umur 7, /0 dan 11 tahun. Tetapi apabila  ditinjau dari kandungan selulosa  dan daurnya maka  kayu umur 6 tahun adalah yang terbaik.

Copyrights © 1999