Paparan yang berlebihan terhadap radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif, yang juga berkontribusi pada percepatan timbulnya berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker, masalah jantung, dan diabetes tipe 2. Antioksidan berfungsi dengan menetralkan radikal bebas melalui mekanisme penyerahan elektron atau atom hidrogen. Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai berbagai teknik pengujian aktivitas antioksidan serta mengkaji potensi ekstrak tanaman sebagai agen terapeutik. Tinjauan pustaka dilakukan berdasarkan artikel ilmiah. Metode yang dianalisis meliputi DPPH, ABTS, FRAP, ORAC, dan CUPRAC, yang masing-masing memiliki kelebihan dan batasan dalam hal sensitivitas, spesifisitas, serta kesesuaian terhadap berbagai jenis senyawa dan pelarut. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak dari tumbuhan sepertiGarcinia hombroniana, Xylocarpus granatum, Uncaria sclerophylla, dan Melastoma malabathricummenampilkan aktivitas antioksidan yang signifikan, dengan nilai IC₅₀ yang sebanding atau bahkan lebih unggul dibandingkan kontrol standar seperti vitamin C dan kuersetin. Hasil ini mendukung penggunaan senyawa alami dari tanaman sebagai sumber antioksidan yang menjanjikan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit degeneratif.
Copyrights © 2025