Hiperhidrosis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan produksi keringat berlebih tanpa pemicu yang jelas, dan dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi terjadinya hiperhidrosis melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor internal seperti genetik, hiperaktivitas sistem saraf simpatis, dan kondisi psikologis berperan dalam hiperhidrosis primer, sementara faktor eksternal seperti suhu lingkungan, stres sosial, makanan, penyakit sistemik, dan konsumsi obat tertentu lebih berpengaruh pada hiperhidrosis sekunder. Pemahaman menyeluruh terhadap kedua kelompok faktor ini penting dalam merumuskan strategi penanganan yang efektif. Penanganan hiperhidrosis yang komprehensif memerlukan pendekatan multidisipliner serta peningkatan edukasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan.
Copyrights © 2025