Puskesmas Kresek recorded 12 cases of dengue fever in 2021 and 19 cases in 2022, but in January 2023, there were 12 cases of dengue fever found. The free larvae index for 2021 and 2022 is only discovered in two out of nine villages in Kresek Sub-District (> 95%). Seeing this situation, the Universitas Tarumanagara Faculty of Medicine health team decided to cooperate with Puskesmas Kresek to conduct larva monitoring activities in an effort to prevent and eradicate dengue hemorrhagic fever. It is hoped that this activity will help in the reduction of dengue hemorrhagic fever cases in Pukesmas Kresek working area. This health service activity involves the monitoring of mosquito larvae. The results of the monitoring are then determined how much the free larvae index is. Total of 25 residences Taluk Village, Kresek District participated in this activity. There were 5 (20%) positive residences for mosquito larvae, resulting in an 80% free larvae index from this activity. The free larvae index obtained in this activity was still below the stated target. This could be attributed to a lack of public awareness about the significance of monitoring mosquito larvae, as well as the inefficient 1 house 1 jumantik campaign. As a result, additional efforts must be carried out in order to improve public awareness about the importance of eliminating mosquito nests and optimizing the 1 house 1 jumantik movement. As a result, it is hoped that the incidence of dengue fever incidents in the Puskesmas Kresek working area will decrease. Data dari Puskesmas Kresek tahun 2021 tercatat sebanyak 12 kasus demam berdarah dan tahun 2022 tercatatnya sebanyak 19 kasus demam berdarah, namun pada bulan Januari 2023 sendiri saja sudah sebanyak 12 kasus demam berdarah ditemukan. Angka Bebas Jentik tahun 2021 maupun 2022 hanya didapatkan dua dari sembilan desa di Kecamatan Kresek yang angka bebas jentiknya > 95%. Melihat kondisi ini, maka tim bakti kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara berinisiatif melakukan kerja sama dengan Puskesmas Kresek untuk melakukan kegiatan pemantauan jentik sebagai salah satu upaya dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat membantu puskesmas dalam menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah dengue. Metode yang dilakukan pada kegiatan bakti kesehatan ini adalah melakukan pemantauan jentik nyamuk. Hasil pemantauan tersebut kemudian dihitung berapa besar angka bebas jentiknya. Total sebanyak 25 rumah di Desa Taluk, Kecamatan Kresek yang dilakukan pemantauan jentik nyamuk. Terdapat 5 (20%) rumah positif terdapat jentik nyamuk, sehingga didapatkan angka bebas jentik dari kegiatan ini adalah 80%. Angka bebas jentik yang didapatkan pada kegiatan ini masih dibawah target yang ditetapkan. Hal ini mungkin dikarenakan masih kurang pengetahuan masyarakat mengenai penting pemantauan jentik nyamuk, serta belum optimalnya Gerakan 1 rumah 1 jumantik. Maka dengan itu perlu dilakukan kegiatan selanjutnya untuk dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk serta mengoptimalkan Gerakan 1 rumah 1 jumantik tersebut. Sehingga diharapkan jumlah kejadian penyakit demam berdarah di wilayah kerja Puskesmas Kresek dapat turun.
Copyrights © 2023