Palawa Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol. 4 No. 1 (2025)

Sosialisasi Kesehatan Tentang Bahaya Hipertensi dan Pendekatan Terapi dengan Bahan Alam di Kelurahan Kandri

Rita Dwi Ratnani (Unknown)
Achmad Quraisy Aljufri (Unknown)
Tarrisa Istiqomah (Unknown)
Ati Wasiatul Fikri (Unknown)
Egi Dia Sapitri (Unknown)
Anggita Kurniawati Wardani (Unknown)
Mayfika Yusrina Miftahurrizqi (Unknown)
Mika Andriani Fernanda (Unknown)
Rizkya Ananda Ayu (Unknown)
Vicky Putra Novadiansyah (Unknown)
Ardi Tio Ageng Nugroho (Unknown)
Azzahra Nurulalifa (Unknown)
Sri Mulyo Bondan Respati (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jul 2025

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu yang lama) yang dapat menyebabkan rasa sakit pada seseorang dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan profil kesehatan kota Semarang (2023), jumlah penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun di Kecamatan Gunungpati mencapai 9.231 kasus pada laki-laki dan 9.427 kasus pada perempuan. Oleh karena itu, sosialisasi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya hipertensi dan mengenalkan pendekatan terapi bahan alami sebagai terapi tambahan atau komplementer. Kegiatan ini berfokus pada edukasi kepada warga mengenai bahaya hipertensi, pentingnya deteksi dini, perubahan gaya hidup dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi penunjang. Sosialisasi hipertensi dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2025 di rumah ketua RW 2, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati. Secara keseluruhan, hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan ketertarikan masyarakat terhadap pendekatan pengobatan berbasis bahan alami. Minat masyarakat terhadap terapi herbal cukup tinggi, namun diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai penggunaan herbal yang aman dan konsultasi dengan tenaga medis. Keywords : Hipertensi, Tanaman Herbal, Tekanan Darah tinggi. Kelurahan Kandri

Copyrights © 2025