Abstrak Zuhud dalam Islam mengalami pasang surut, yang esensinya telah ada sejak Nabi Muhammad Saw, yang kemudin dijadikan sebagai metode kehidupan dan berkembang pada abad ke I dan II H. sampai kahirnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tasawuf. Secara terminologi zuhud tidak bisa dilepaskan dari dua aspek, pertama zuhud sebagai bagia yang tak terpisahkan dari tasawuf, kedua zuhud sebagai bagian moral Islam dari gejala sosial. Para sarjana, baik dari orientalis maupun kalangan Islam sendiri saling berbeda dalam menyikapi kemunculan zuhud dalam Islam secara garis besar dua faktor yang melatarbelakangi munculnya zuhud tersebut, yakni faktor intenal dan eksternal. Kata kunci : Asketis (zuhud), internal, eksternal, moral, materialisme.
Copyrights © 2025