Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik ice breaking guru dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII SMP Negeri 2 Buay Madang Timur. Distribusi kategori teknik ice breaking (X): tinggi 22,58%, sedang 58,06%, rendah 19,36% menunjukkan kategori sedang. Motivasi belajar (Y): tinggi 25,81%, sedang 61,29%, rendah 12,90% juga berada pada kategori sedang. Uji normalitas Kolmogorov–Smirnov menunjukkan data berdistribusi normal (X: 0,277 > 0,05; Y: 0,483 > 0,05). Uji homogenitas menghasilkan sig. 0,361 (> 0,05), sehingga kedua variabel homogen. Analisis regresi memperlihatkan R Square 0,544, artinya teknik ice breaking menjelaskan 54,4% variasi motivasi belajar, sedangkan 45,6% dipengaruhi faktor lain. Uji parsial menunjukkan t_hitung 2,188 > t_tabel 1,697 dengan p-value 0,000 < 0,05. Dengan demikian, teknik pemberian ice breaking (X) berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa kelas VII, sehingga penguatan strategi ice breaking relevan untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar. Temuan ini mendukung intervensi pedagogis kreatif, terstruktur, dan berbasis bukti di kelas awal.
Copyrights © 2025