Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh instrumen (alat ukur) adalah validitas. Validitas konstruk menunjuk pada sejauh mana suatu instrumen mampu mengukur pengertian-pengertian yang terkandung dalam materi yang akan diukur. Dalam tulisan ini, validitas konstruk akan diujikan pada instrumen kepuasan perkawinan yang telah didefinisikan terlebih dahulu. Setelah itu disiapkan instrumen untuk mengukur kepuasan perkawinan sesuai dengan definisi. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam adalah penelitian deskriptif Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif untuk menguji validitas konstruk pada instrumen kepuasan perkawinan. Untuk menguji validitas konstruk instrumen kepuasan perkawinan ini, penulis menggunakan bantuan software JASP. Hasil uji validitas konstruk terhadap instrumen kepuasan perkawinan dengan menggunakan pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan software JASP mengungkapkan bahwa seluruh item bersifat unidimensional atau dengan kata lain hanya mengukur satu faktor saja.
Copyrights © 2025