Globalisasi telah membawa gelombang perubahan besar, tidak hanya dalam teknologi dan ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan budaya masyarakat pribumi. Artikel ini menggali dampak dari gelombang globalisasi terhadap tradisi dan identitas budaya pribumi, serta bagaimana mereka meresponsnya. Dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan studi literatur dan wawancara mendalam, penelitian ini menggambarkan betapa banyak nilai-nilai lokal yang mulai tergerus, beriringan dengan masuknya pengaruh budaya asing yang mengancam keberlanjutan warisan mereka. Namun, di balik tantangan itu, muncul juga semangat untuk beradaptasi dan bertahan. Masyarakat pribumi mulai memanfaatkan teknologi, terutama media digital, untuk mengangkat kembali tradisi mereka dengan cara yang lebih relevan dengan zaman modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun globalisasi menghadirkan ancaman, ia juga membuka peluang bagi masyarakat pribumi untuk memperkenalkan identitas budaya mereka dengan cara yang lebih dinamis, tanpa harus mengorbankan esensi dan akar budaya mereka. Oleh karena itu, penting untuk merawat dan mendukung kelangsungan budaya pribumi, sambil memberikan ruang bagi kreativitas dan inovasi yang tumbuh seiring perubahan zaman.
Copyrights © 2025