Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eufemisme dalam kaitannya dengan kesantunan berbahasa guru pada interaksi pembelajaran di kelas. Adapun metode yang digunankan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, yang mengkaji fenomena berbahasa dalam interaksi pembelajaran menggunakan pendekatan sosiolinguistik yang meliputi teori tindak tutur, kesantunan berbahasa dan eufemisme, serta berbagai riset lainnya terkait topik dimaksud. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa eufemisme dapat dijadikan sebagai alternatif dalam meredam aktivitas berbicara atau berbahasa guru yang bernuansa kekerasan, rasis, pelecehan, maupun ungkapan-ungkapan yang tidak menyenangkan sehingga dapat menimbulkan dampak yang negatif bagi perkembangan siswa didiknya. Hal lain yang ditemukan dalam kajian ini adalah bentuk – bentuk eufimisme yang dapat digunakan guru berdasarkan berbagai bidang bahasa yang meliputi; eufemisme yang berhubunugan dengan kematian, eufemisme yang berhubungan dengan seks, eufemisme yang berhubungan dengan penyakit dan cacat tubuh, eufemisme yang berhubungan dengan pengeluaran kotoran badan, eufemisme yang berhubungan dengan kenyataan social yang dianggap sebagai sesuatu yang buruk, eufemisme yang berhubungan dengan nasib yang tidak menyenangkan, eufemisme yang berhubungan dengan sifat yang jelek, dan eufemisme yang berhubungan dengan hal yang dapat menimbulkan bahaya. Dengan demikian, melalui kajian ini, diharapkan agar guru dapat mempelajari kajian ini agar hal-hal negatif terkait dengan perilaku berbahasa di dalam kelas dapat diminimalisir hingga berangsur hilang.
Copyrights © 2019