Pendidikan jasmani memiliki peran penting dalam membentuk keterampilan motorik, kesehatan, serta gaya hidup aktif peserta didik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022. Pada fase B sekolah dasar (usia 9–10 tahun), anak berada dalam tahap perkembangan krusial, khususnya keterampilan lokomotor dan manipulatif. Namun, pembelajaran PJOK di sekolah masih sering monoton, sarana terbatas, dan variasi permainan kurang menarik, sehingga siswa mudah bosan dan hasil belajar tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model permainan edukatif berbasis keterampilan dasar sepak bola yang memadukan aktivitas lokomotor dan manipulatif melalui aturan dan kegiatan terstruktur sesuai karakteristik anak sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan modifikasi tujuh langkah model Borg & Gall, melalui tahap studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan, validasi ahli, uji coba kecil pada enam siswa, serta uji coba besar pada tiga puluh siswa. Hasil validasi menunjukkan kelayakan tinggi, dengan penilaian ahli pembelajaran PJOK sebesar 86,81%, ahli permainan 83,33%, dan ahli media 90,86%, sedangkan tanggapan siswa sangat positif, yaitu 86,11% pada uji coba kecil dan 87,22% pada uji coba besar. Dengan demikian, produk dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran PJOK, mendukung pengembangan keterampilan motorik secara menyenangkan, sekaligus sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila
Copyrights © 2025