Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat minat serta motivasi anak usia sekolah (6–19 tahun) terhadap olahraga bola basket di wilayah perkotaan dan pedesaan Kabupaten Bantaeng. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 57 responden, terdiri dari 20 anak di wilayah kota dan 37 anak di wilayah desa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur indikator minat dan motivasi, dilengkapi dengan dua pertanyaan terbuka dan observasi non-partisipan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, dilanjutkan dengan uji Independent Sample t-test untuk menguji perbedaan rata-rata antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata minat anak kota (41,25) lebih tinggi dibandingkan anak desa (27,57), begitu pula dengan rata-rata motivasi (kota = 43,75; desa = 31,78). Uji t-test mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan pada kedua variabel tersebut (minat: t = 5,397; p < 0,05; motivasi: t = 6,188; p < 0,05). Tingginya minat dan motivasi anak kota dipengaruhi oleh faktor dukungan sosial, paparan media, serta ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai. Sebaliknya, anak-anak desa menghadapi berbagai kendala seperti terbatasnya sarana, minimnya pelatihan terstruktur, dan rendahnya literasi olahraga. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi pembinaan yang lebih adil dan kontekstual, termasuk penyediaan fasilitas olahraga di pedesaan dan promosi olahraga bola basket di sekolah dan komunitas.
Copyrights © 2025