Perdagangan kakao merupakan salah satu sektor strategis bagi perekonomian Indonesia karena berkontribusi terhadap devisa negara dan pembangunan agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis perdagangan kakao Indonesia di pasar internasional menggunakan indikator Trade and Economy, dengan fokus pada Trade Dependence Index (TDI). Data yang digunakan adalah data sekunder dari periode 2013-2022 yang diperoleh dari sumber resmi seperti UN Comtrade, Trade Map, World Development Indicators (WDI) dan FAOStat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TDI kakao Indonesia sebesar 0,17, lebih rendah dibandingkan dengan Pantai Gading (8,84), Ghana (3,68), Ekuador (0,81) dan Kamerun (1,61). Rendahnya nilai TDI ini menunjukkan bahwa perdagangan kakao belum menjadi sektor utama dalam perekonomian Indonesia, meskipun memiliki potensi besar sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia. Faktor-faktor seperti rendahnya produktivitas, kurangnya diversifikasi produk olahan, dan kebijakan perdagangan menjadi kendala utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan mutu biji kakao, diversifikasi produk olahan, dan perluasan pasar internasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kakao Indonesia di pasar global.
Copyrights © 2024