Di sekolah dasar, tidak semua siswa dapat belajar dengan nyaman dan fokus. Beberapa di antara mereka sering kali mengalami kesulitan mengendalikan emosi, mudah menangis, mudah marah, atau bahkan tidak bisa diam di kelas. Hal ini tentu memengaruhi konsentrasi belajar mereka dan bisa berdampak pada prestasi akademik maupun hubungan sosial dengan teman dan guru. Melalui artikel ini, penulis mencoba membahas bagaimana layanan bimbingan dan konseling (BK) dapat diterapkan untuk membantu siswa yang mengalami gangguan emosi dan kesulitan konsentrasi. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi pustaka dari berbagai jurnal dan buku pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan BK, khususnya dalam bentuk konseling individual atau kelompok, dapat membantu siswa mengenali dan mengelola emosinya dengan lebih baik, sehingga proses belajar pun menjadi lebih optimal. Namun, keterbatasan guru dalam pengetahuan dan pelatihan BK di sekolah dasar menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
Copyrights © 2025