Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan individu yang memerlukan perhatian dan pendekatan yang berbeda dalam pendidikan. Artikel ini membahas strategi menangani ABK melalui layanan bimbingan dan konseling (BK) yang dirancang secara individual dan inklusif. Dengan pendekatan kolaboratif antara guru, konselor, dan orang tua, ABK dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis kebutuhan dan tantangan dalam layanan BK terhadap ABK. Hasilnya menunjukkan bahwa dukungan emosional, pemahaman terhadap karakteristik ABK, dan perencanaan layanan yang terstruktur menjadi kunci keberhasilan.
Copyrights © 2025