Urbanisasi yang pesat di kota-kota besar, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, telah menyebabkan berkembangnya permukiman kumuh yang mempengaruhi kualitas hidup penduduk. Permukiman kumuh umumnya ditandai dengan kondisi fisik yang buruk, seperti padatnya bangunan, kekurangan fasilitas sanitasi, air bersih, dan infrastruktur yang memadai. Masalah ini berimbas pada kesehatan, sosial, dan lingkungan, yang dapat meningkatkan risiko penyakit menular, gangguan pernapasan, serta penyakit tidak menular. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur yang relevan mengenai kondisi permukiman kumuh, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, serta strategi penataan untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan permukiman kumuh yang meliputi perbaikan infrastruktur, sanitasi, dan akses layanan kesehatan dapat mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan penduduk. Tujuan utama dari penataan ini adalah menciptakan lingkungan yang lebih layak huni dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Copyrights © 2025