Defisiensi yodium masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mendesak di Indonesia. Meski mayoritas rumah tangga mengonsumsi garam beryodium, hanya sebagian kecil yang sesuai kadar standar nasional. Kondisi ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan mutu dan rendahnya literasi masyarakat terhadap pentingnya konsumsi garam beryodium. Dampak utamanya terlihat pada ibu hamil dan anak-anak, yang berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif, stunting, hingga kerusakan otak permanen. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah perlu memperkuat regulasi fortifikasi garam, meningkatkan pengawasan mutu oleh BPOM, memperluas edukasi publik melalui pendekatan komunitas dan digital, serta mewajibkan fortifikasi untuk seluruh jenis garam, termasuk garam industri. Langkah ini penting untuk menjamin generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.
Copyrights © 2025