In Indonesia, we currently see the increasing participation of citizens in several legislative elections. In 2009, the political participation rate in the legislative elections was 79%, 75.11% in 2014, which then increased to 81.69% in 2019. This phenomenon raises the question of what factors influence the trend of increasing public political participation. This study aimed to determine the role of political trust, political efficacy, and candidate orientation in explaining public political participation in the 2019 legislative elections. Of the 400 participants, 50% are and 50% are female, who were selected based on cluster sampling. Designed as correlational research, the results showed that either simultaneously or partially, political trust, political efficacy, and candidate orientation played a significant role in explaining political participation. These findings practically imply that in elections, people's political participation is the key to democracy. To actualise democratic political participation, thus, both the government, legislative candidates, and political parties must pay attention to the importance of the role of political trust, political efficacy, and candidate orientation. Fenomena yang terjadi saat ini di indonesia adalah meningkatnya keikutsertaan warga dalam beberapa pemilihan legislatif. Pada tahun 2009, tingkat partisipasi politik pada Pemilu legislatif 79%, tahun 2014 75.11%, dan tahun 2019 meningkat menjadi 81.69%. Hal ini memunculkan pertanyaan faktor apa yang memengaruhi trend peningkatan partisipasi politik masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepercayaan politik, efikasi politik, dan orientasi kandidat dalam menjelaskan partisipasi politik masyarakat pada Pemilu legislatif tahun 2019. Partisipan berjumlah 400 (50% laki-laki, 50% perempun), yang diseleksi atas dasar cluster sampling. Desain penelitian adalah kuantitatif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara simultan maupun secara parsial, kepercayaan politik, efikasi politik, dan orientasi kandidat berperan signifikan dalam menjelaskan partisipasi politik. Hasil penelitian memberikan implikasi praktis bahwa dalam Pemilu, partisipasi politik masyarakat menjadi kunci dalam demokrasi. Agar partisipasi politik yang demokratis bisa tercapai, dengan demikian, baik pemerintah, calon legislatif, maupun partai politik harus memperhatikan pentingnya peran kepercayaan politik, efikasi politik, serta orientasi kandidat.
Copyrights © 2021