Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun silam. Pesantren dituntut untuk memahami kembali identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam, sementara di pihak lain, pesantren juga dihadapkan pada tuntutan untuk membuka diri terhadap beberapa sistem pendidikan modern yang bersumber dari luar pesantren. Dalam hal ini pondok pesantren dihadapkan pada tuntutan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, kualitas sumber daya insani yang dibutuhkan dalam kehidupan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model transformasi pendidikan pesantren pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan pengujian keabsahan data dengan tekhnik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, model transformasi pendidikan di pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik, pesantren ini mengadopsi model integrasi penuh yang memadukan antara sistem salaf dan modern secara penuh. Terdapat dua sebab yaitu, sebab khusus dan sebab umum. Sebab khusus di pondok pesantren Mamba’us Sholihin adalah transformasi itu terjadi dilatarbelakangi oleh pendidikan pesantren yang ditempuh oleh seorang kiai. Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Langitan. Sebab umum terjadinya transformasi pendidikan pesantren mempunyai lima aspek yang menjadi sebab umum, yakni: aspek kultural, aspek politis, aspek ekonomis, aspek kepemimpinan dan aspek edukasional. (3) implikasi transformasi ini menggunakan pendekatan manajemen pendidikan dalam mengembangkan pesantren yaitu: a) Transformasi kepemimpinan pesantren; b) Transformasi sistem pendidikan pesantren; c) Transformasi kurikulum pesantren; d) Transformasi metode pendidikan pesantren; d) Transformasi institusi pesantren.
Copyrights © 2025