Hiperkolesterolemia merupakan kondisi meningkatnya kadar kolesterol darah yang melebihi batas normal akibat gangguan metabolisme lemak, termasuk defisiensi enzim lipoprotein lipase, kelainan reseptor LDL, faktor genetik, serta penurunan kemampuan hati dalam mengeliminasi kolesterol. Berbagai faktor seperti pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan faktor keturunan dapat memperburuk kondisi tersebut. Upaya non-farmakologis, termasuk modifikasi gaya hidup melalui Therapeutic Lifestyle Changes (TLC), serta intervensi komplementer seperti akupunktur dan akupresur, berpotensi mendukung pengendalian kadar kolesterol. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, pelatihan akupresur, dan sesi tanya jawab. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, penyuluhan mengenai pencegahan hiperkolesterolemia/dislipidemia, pelatihan praktik akupresur, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui follow-up pemeriksaan kadar kolesterol satu minggu setelah intervensi dan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan awal. Masyarakat di Dusun Duwetan, Ngunut, Jumantono menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen pencegahan hiperkolesterolemia melalui praktik akupresur. Temuan ini relevan mengingat tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular dan kadar kolesterol yang meningkat pada masyarakat setempat. Program penyuluhan dan pelatihan akupresur mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dan kader kesehatan dalam melakukan pencegahan dan penatalaksanaan non-farmakologis hiperkolesterolemia secara mandiri.
Copyrights © 2025