Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pola pola distribusi pergerakan barang angkutan laut di pelabuhan utama dengan sumber data sekunder dari Badan Pusat Statistik dengan cara pemodelan. Hal ini krusial mengingat bahwa mengetahui bangkitan perjalanan barang sangat penting untuk memprediksi volume pergerakan barang di masa depan. Metode pemodelan menggunakan model dengan-batasan-bangkitan dan tarikan atau Model Double Constraint Gravity (DCGR). Data bangkitan pergerakan sebagai total volume muat di pelabuhan dan tarikan sebagai total volume bongkar. Estimasi parameter model menggunakan metode kuadrat terkecil untuk mengkalibrasi parameter model dan fungsi hambatan menggunakan fungsi exponensial negatif. Variabel terikat merupakan volume bongkar-muat barang angkutan laut antar pulau di pelabuhan utama; dan variabel bebas merupakan faktor sosial ekonomi yang diduga mempengaruhi pertumbuhan pergerakan barang. Hasil pemodelan dapat menjelaskan lebih lanjut informasi bongkar/muat asal-tujuan barang di pelabuhan, karena data BPS tidak mencantumkan asal-tujuan bongkar/muat di pelabuhan utama antar pulau.
Copyrights © 2025