Tulisan ini merupakan telaah pada aspek kelembagaan (institutional aspect), aturan main dalam zakat sekaligus secara bersamaan menekankan sisi subjektivitas muzakki. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kajian kepustakaan. Aspek kelembagaan zakat, baik dari sisi pelaku zakat ataupun aturan main (UU dan Ijtihad zakat) merupakan hal penting bagi keberhasilan dan ketepatgunaan potensi zakat. Selain itu, aspek kedirian (subjectivity) pelaku zakat terutama muzakki merupakan hal yang menggenapkan keberhasilan dan ketepatgunaan kelembagaan zakat. Kecenderungan praktik zakat secara langsung oleh muzakki merupakan tantangan bagi kelembagaan zakat yang telah disusun agar dapat tertanam dalam keyakinan muzakki. Sebab tidak jarang tindakan muzakki dalam berzakat lebih cenderung merupakan implikasi dari aspek-aspek atau gagasan-gagasan dasar yang informal dan telah tertanam dalam kesadarannya, seperti aspek kedekatan, pengalaman, serta khasanah kearifan lokal yang mungkin tidak termuat atau malah bertentangan dengan kelembagaan zakat. Perubahan pada kelembagaan zakat yang lebih mewakili karakter subjektif muzakki merupakan hal yang harus dipenuhi untuk mencapai keberhasilan dan ketepatgunaan potensi zakat yang relatif besar di Indonesia.
Copyrights © 2013