Perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi sektor pariwisata, termasuk di tingkat desa wisata yang seringkali mengandalkan keindahan alam dan kearifan lokal. Untuk memastikan keberlanjutan operasional dan daya tarik desa wisata, penerapan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara simultan sangatlah penting. Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program pemerintah berskala nasional yang bertujuan untuk melibatkan masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Upaya adaptasi bertujuan untuk mengurangi kerentanan terhadap dampak tersebut, sementara mitigasi berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang menjadi penyebab perubahan iklim. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk pendampingan pelaksanaan Proklim dalam menghadapi perubahan iklim dan strategi adaptasi dan mitigasi yang dapat diterapkan. Lokasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat terletak di Desa Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, diskusi, dan pendampingan kepada seluruh masyarakat mengenai perencanaan serta pelaksanaan adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bonjeruk sudah memahami tujuan, manfaat, dan cara pelaksanaan Program Proklim. Di samping itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Proklim semakin berkembang sehingga mereka menjadi lebih aktif dalam menerapkan strategi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi mengenai pelaksanaan program agar dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, sehingga pembangunan yang berkelanjutan dalam adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim dapat terwujud.
Copyrights © 2025