Literasi digital merupakan kompetensi dasar untuk memahami dan mengembangkan AI, sekaligus bekal penting keterampilan abad 21. Penguatan literasi ini mendukung SDG 4 yang menargetkan pendidikan berkualitas, inklusif, dan pembelajaran sepanjang hayat. Pentingnya literasi digital ini juga dirasakan oleh guru-guru di SMA Negeri 1. Meskipun sebagian guru sudah mulai menggunakan AI dalam pembelajaran, namun secara umum guru-guru belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang teknologi digital dan AI. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan literasi digital pada guru. Pengabdian ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan. Kompetensi literasi digital diukur menggunakan lima aspek, yaitu: (a) pengetahuan dasar literasi digital dan AI, (b) keamanan data dan privasi, (c) deteksi hoax dan disinformasi, (d) UU ITE dan etika digital, dan (e) sikap proaktif. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengetahui efektifitas pelatihan. Hasil uji sampel berpasangan menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan pada setiap aspek. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang diberikan bisa diterima dan dipahami dengan baik. Aspek proaktif yang meningkat menunjukkan bahwa guru-guru menjadi lebih siap untuk membawakan literasi digital dan AI dalam pembelajaran di kelas.
Copyrights © 2025