Pendidikan inklusif bertujuan untuk memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, tanpa adanya diskriminasi. Pendekatan ini menyediakan kebutuhan individu siswa dalam lingkungan belajar reguler. Penelitian ini fokus pada peran kepala sekolah dalam menerapkan kebijakan inklusi di SDIT Salsabila 3 Banguntapan. Kepala sekolah memegang peran kunci dalam merancang visi inklusi, membimbing guru, menyediakan fasilitas yang memadai, serta membangun kolaborasi dengan komunitas sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan kebijakan inklusi di SDIT Salsabila 3 dilandasi oleh visi Islami yang menjunjung nilai keadilan dan kesetaraan. Kepala sekolah memainkan peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif, mendukung pengembangan siswa, dan mengurangi stigma sosial.
Copyrights © 2025