Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pola kepemimpinan kiai di lingkungan pesantren salaf, dengan fokus pada studi kasus di Pesantren Salafiyyah Al-Muhsin Yogyakarta. Berbeda dengan tipikal pesantren salaf yang cenderung otoriter dan terpusat, pesantren ini menerapkan model kepemimpinan yang lebih demokratis dan partisipatif di bawah pimpinan Kiai Nasrul Hadi. Kiai memberikan ruang musyawarah bagi santri dan pengurus dalam pengambilan keputusan strategis, seperti penentuan kitab kuning dan perencanaan kegiatan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan kemandirian santri, tetapi juga mendorong munculnya budaya dialog, penguatan kepemimpinan santri, serta keterbukaan pesantren terhadap teknologi digital. Transformasi ini membuktikan bahwa pesantren salaf dapat mengadopsi pendekatan modern tanpa kehilangan identitas keagamaannya.
Copyrights © 2025