Peternakan kambing merupakan kegiatan penting bagi masyarakat di Pulau Binongko, Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tipologi sistem produksi kambing kacang. Penelitian ini dilakukan di Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi, dengan menerapkan pendekatan survei untuk mengumpulkan data dari tiga desa yang dipilih dari total 14 desa yang ada. Pemilihan desa dilakukan melalui stratified random sampling berdasarkan tiga strata populasi: Desa Palahidu Barat (populasi rendah), Kelurahan Popalia (populasi sedang), dan Desa Makoro (populasi tinggi). Sampel kambing diambil dengan metode total sampling, melibatkan 40 peternak kambing, dan data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase untuk setiap variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem produksi kambing di Pulau Binongko diklasifikasikan sebagai sistem keluarga. Tingkat pendidikan peternak mayoritas rendah, dengan 37,50% lulusan SD. Rata-rata umur peternak adalah 53,95 ± 12,37 tahun, dengan pengalaman beternak rata-rata 11,08 ± 6,31 tahun. Sistem pemeliharaan sebagian besar dilakukan secara intensif (82,50%), dengan kandang tradisional berlantai tanah (100%) dan ternak digabung tanpa membedakan status fisiologisnya (52,50%). Selain itu, rendahnya aplikasi teknologi pakan teridentifikasi, dengan pemberian pakan dilakukan melalui sistem cut and carry.
Copyrights © 2025