Penelitian ini fokus pada penguraian signifikansi media sosial dalam menginternalisasi prinsip-prinsip keberagamaan yang moderat pada kalangan siswa Pendidikan Agama Islam (PAI). Sasaran kajian ini adalah pemahaman mendalam mengenai pola pemanfaatan media sosial di kalangan mahasiswa PAI, ragam muatan keagamaan yang mereka akses, serta sejauh mana interaksi mereka dalam ranah digital tersebut mencakup pemahaman serta pelekatan nilai-nilai keberagamaan yang inklusif. Metode Kajian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa PAI di UIN Sunan Kudus. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi kecenderungan dan pola terkait penggunaan media sosial dan internalisasi prinsip-prinsip keberagamaan yang moderat. Hasil Luaran penelitian menampilkan bahwa media sosial memegang peranan ambivalen dalam konteks keberagamaan yang moderat. Di satu sisi, platform ini menyajikan kemudahan akses terhadap beragam perspektif keagamaan yang berpotensi memperluas cakupan pemikiran mahasiswa serta mendorong pemahaman yang lebih merangkul perbedaan. Namun, di sisi lain, media sosial juga rentan menjadi wahana penyebaran konten yang tidak toleran dan ekstremis jika tidak dikelola secara bijaksana. Interaksi mahasiswa dengan tokoh agama yang moderat serta konten-konten yang mengedepankan toleransi di media sosial terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman mereka mengenai keberagamaan yang moderat.
Copyrights © 2025