Fenomena penggunaan bahasa dalam keluarga yang menggunakan berbagai bahasa menjadi topik yang penting dalam sosiolinguistik, terutama dalam konteks keluarga diaspora yang hidup di lingkungan dengan bahasa dominan yang berbeda dari bahasa asal mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bentuk campur kode yang muncul dalam percakapan keluarga Ueno Family pada video YouTube berjudul “Sepedahan Sore Hari! ! Ritsuki Ditinggal Ngumpet” serta menganalisis bagaimana campur kode tersebut mencerminkan identitas budaya multibahasa di platform digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat untuk mengumpulkan data. Analisis dilakukan berdasarkan teori campur kode oleh Nababan (1993) dan pendekatan analisis interaktif oleh Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang terdapat adalah penyisipan kata, frasa, dan klausa dari bahasa Jawa dan Jepang ke dalam bahasa Indonesia yang menjadi bahasa utama dalam percakapan. Penggunaan bahasa Jepang lebih dominan dalam situasi fungsional seperti memberikan instruksi atau larangan, sedangkan bahasa Indonesia dan Jawa lebih sering digunakan dalam konteks emosional dan keintiman keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode dalam keluarga Ueno Family berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya hibrida yang terbentuk melalui interaksi antarbudaya dan media digital. Dengan demikian, campur kode berperan sebagai alat untuk mewariskan bahasa dan budaya Indonesia–Jawa kepada anak-anak diaspora di era globalisasi.
Copyrights © 2025