Penelitian ini ditunjukan untuk menjelaskan jenis dan metode campur kode yang diterapkan oleh Catheez dan Praz Teguh di podcast PWK pada saluran YouTube HAS Creative. Fenomena campur kode menarik perhatian karena mencerminkan bagaimana kaum muda memanfaatkan bahasa untuk menunjukan identitas, kedekatan, dan inovasi dalam interaksi digital. Riset ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi terhadap percakapan dalam podcast. Temuan peneliti memperlihatkan bahwa bentuk campur kode yang teridentifikasi meliputi campur kode di tingkat kata dan campur kode di tingkat frasa. campur kode dalam kata melibatkan penambahan elemen dari bahasa asing seperti bahasa Inggris awkward, private, bully, ngedate dan bahasa lokal seperti bahasa Jawa ngawur, to, kon. Disisi lain, campur kode di tingkat frasa muncul dalam kombinasi ungkapan seperti gatheli kon, batinku bangsit sawet aku cok, dan koko ku, yang mencakup kombinasi bahasa Indonesia, Jawa, gaul, serta Mandarin. Penerapan campur kode dalam podcast ini berfungsi untuk memberikan elemen humor, memperkuar interaksi antara pembicara dan pendengar, menggambarkan identitas sosial penutur di era digital
Copyrights © 2025