Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pondok Kahuru menghadapi kendala daya saing akibat ketergantungan pada pemasaran tradisional dan minimnya identitas merek yang kuat. Penelitian tindakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan strategi rebranding dan pemasaran terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang melibatkan mahasiswa dan pelaku usaha secara langsung. Intervensi utama mencakup pengembangan identitas visual melalui desain logo dan pemasangan spanduk, yang secara strategis difungsikan sebagai jembatan antara dunia fisik dan digital (phygital). Spanduk tidak hanya berfungsi sebagai penanda eksistensi fisik, tetapi juga diintegrasikan dengan pendaftaran usaha di Google Maps untuk meningkatkan visibilitas online. Hasil program menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil meningkatkan citra profesionalisme dan daya saing UMKM. Pelaku usaha merasakan dampak positif berupa peningkatan kesadaran merek di tingkat lokal dan kemudahan akses bagi konsumen dari luar area. Kolaborasi ini membuktikan bahwa media promosi konvensional seperti spanduk, jika dieksekusi dengan strategi digital yang tepat, dapat menjadi katalisator kuat untuk pemberdayaan ekonomi dan perluasan jangkauan pasar UMKM di tingkat akar rumput.
Copyrights © 2025