Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh model kepemimpinan instruksional, digital, dan transformasional terhadap pengembangan diri, kolaborasi, serta kepuasan kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Kota Makassar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perubahan paradigma kepemimpinan pendidikan di era Revolusi Industri 5.0 yang menuntut kepala sekolah untuk mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan inovasi pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 95 guru sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan analisis jalur untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional, digital, dan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketiga dimensi kinerja guru. Nilai koefisien determinasi (R²) masing-masing sebesar 0,6738 untuk pengembangan diri, 0,7172 untuk kolaborasi, dan 0,5213 untuk kepuasan kerja guru, menandakan bahwa model kepemimpinan tersebut memiliki daya jelaskan yang kuat terhadap peningkatan kinerja guru. Secara parsial, kepemimpinan instruksional dan digital lebih dominan dalam meningkatkan pengembangan diri dan kolaborasi, sedangkan kepemimpinan transformasional lebih berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara ketiga model kepemimpinan dalam menciptakan budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, serta berorientasi pada peningkatan profesionalisme guru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merancang strategi kepemimpinan sekolah yang adaptif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026