Penelitian ini membahas historiografi Islam Nusantara yang tercermin dalam lima bentuk karya utama: babad, hikayat, tambo, serat, dan silsilah. Tujuannya untuk menganalisis nilai historis dan fungsi sosial kelima bentuk tersebut dalam memahami proses Islamisasi di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka dan analisis isi dengan meninjau sumber primer dan sekunder dari buku serta jurnal ilmiah terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bentuk historiografi memiliki peran unik: babad menegaskan legitimasi kekuasaan, hikayat memuat moral dakwah, tambo mengintegrasikan adat dan syariat, serat memuat nilai spiritual, dan silsilah meneguhkan otoritas keilmuan. Kesimpulannya, historiografi Islam Nusantara merupakan bentuk sintesis budaya yang memperlihatkan harmonisasi antara ajaran Islam dan tradisi lokal.
Copyrights © 2025