Guru hendaknya mampu mengembangkan soal-soal berbasis HOTS untuk melatih dan membiasakan siswanya berpikir kritis. Kurangnya pemahaman dan kemampuan menyusun soal-soal HOTS menjadi penyebab sebagian guru di SD Negeri 1 Jogopaten masih cenderung melakukan pengukuran keterampilan berpikir tingkat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan soal-soal HOTS melalui pendampingan atau pendampingan dalam komunitas belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah. Desain penelitian menggunakan model siklus Kemmis-Tagart. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus melewati empat tahap kegiatan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 6 guru. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan soal-soal HOTS. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata kompetensi guru pada siklus I sebesar 65 (kurang) dan pada siklus II meningkat menjadi 86,6 (baik).
Copyrights © 2025