Mahasiswa yang berasal dari keluarga broken home cenderung mengalami permasalahan yang beragam, baik pada kehidupan maupun pada bidang akademik. Risiko dari permasalahan tersebut menyebabkan mahasiswa broken home sering merasa kesepian dan memerlukan perhatian lebih, dikarenakan adanya risiko permasalahan yang dapat berujung pada depresi hingga ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Menggunakan subjek penelitian yaitu 107 mahasiswa broken home dengan rentang usia 18-25 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Skala yang digunakan adalah Scale for Suicide Ideation (SSI) dan UCLA Loneliness Scale (Version 3). Menggunakan teknik analisis data korelasi product moment dengan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (rxy) = 0,303 dengan p = 0,002 (p = < 0,050) yang diartikan bahwa hipotesis yang dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Didapatkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,092 yang berarti variabel kesepian berkontribusi sebesar 9,2% terhadap ide bunuh diri dan sisanya sebesar 90,8% dipengaruhi variabel eksternal. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat ide bunuh diri dan dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kesehatan mental pada mahasiswa broken home, serta digunakan oleh tenaga profesional dan lembaga pendidikan untuk merancang program pendampingan dan intervensi yang tepat guna mencegah risiko tersebut. Kata kunci: Mahasiswa broken home, kesepian, ide bunuh diri
Copyrights © 2025