Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemandirian remaja yang berasal dari keluarga petani sawit di Desa Aursati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Masa remaja merupakan masa transisi menuju kedewasaan yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan terhadap kemandirian untuk mengambil keputusan dan mengelola emosi. Berdasarkan observasi serta wawancara, ditemukan bahwa sebagian besar remaja menunjukkan rendahnya tingkat kemandirian dalam aspek tingkah laku, pengambilan keputusan, dan partisipasi sosial. Faktor-faktor yang memengaruhi kemandirian remaja antara lain pola asuh orang tua, lingkungan sosial, budaya agraris, pendidikan, dan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kemandirian dapat menyebabkan remaja kesulitan untuk menentukan identitas diri, bertanggung jawab, dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua, lingkungan pendidikan, serta masyarakat sangat diperlukan untuk membentuk kemandirian remaja secara optimal
Copyrights © 2025