Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
Vol. 35 No. 34 (2025)

Antara Keberadaan dan Pencitraan: Filsafat Eksistensialisme, Media Sosial, dan Krisis Identitas

Keno, Alexander (Unknown)
Hardin , Afirinus (Unknown)
Dediyanto Bagus , Yohanes (Unknown)
Meak, Windobrodus (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Nov 2025

Abstract

Fokus tulisan ini adalah menganalisis krisis identitas kaum muda di era media sosial melalui pendekatan filsafat eksistensialisme. Pencitraan digital yang masif telah menggeser makna keberadaan menjadi performa visual demi validasi sosial, sehingga memicu kecemasan dan ketidakaslian dalam pembentukan identitas diri. Tujuan penulisan ini adalah menguraikan relevansi pemikiran eksistensialis khususnya Jean-Paul Sartre, Søren Kierkegaard, dan Albert Camus dalam memahami fenomena tersebut. Metodologi yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, menggabungkan sumber filsafat dan kajian kontemporer tentang media sosial. Sartre menyoroti kebebasan dan tanggung jawab atas pilihan hidup; Kierkegaard menekankan pentingnya menghadapi kecemasan sebagai jalan menuju keotentikan; sementara Camus melihat absurditas sebagai panggilan untuk menciptakan makna secara sadar. Temuan utama menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi sumber alienasi diri ketika individu lebih fokus pada pencitraan dibanding eksistensi otentik. Tulisan ini mengajak kaum muda untuk merefleksikan kembali makna keberadaan dan menjalani hidup secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

serifilsafat

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in ...