Perkembangan kemampuan bahasa, khususnya bahasa ekspresif, sangat penting bagi anak usia dini sebagai dasar untuk berkomunikasi, menyampaikan ide, serta mengekspresikan perasaan. Namun, di lapangan masih banyak anak usia dini yang mengalami kesulitan dalam berbicara, kurang percaya diri, serta terbatas dalam menyusun kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode demonstrasi dapat digunakan sebagai pendekatan yang menyenangkan dan efektif dalam mengembangkan bahasa ekspresif anak usia dini. Penelitian dilakukan di RA Nurul Hidayah Kadur dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi yang dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kondisi anak, seperti guru menunjukkan cara berbicara, menyusun kalimat, atau memperkenalkan diri, memberikan dampak positif terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak. Anak-anak terlihat lebih aktif, mulai berani berbicara di depan teman-temannya, dan mampu mengungkapkan ide secara sederhana. Meskipun penguasaan bahasa anak masih terbatas, kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam melatih kemampuan berbicara mereka. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peran aktif guru dan lingkungan belajar yang mendukung untuk terus menstimulasi kemampuan bahasa anak melalui pendekatan yang sesuai dengan usia dan karakteristik mereka.
Copyrights © 2025