Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi UMKM Chochofun13 Borong di Makassar terkait sistem persediaan dan pergudangan manual yang memengaruhi efektivitas pencatatan operasional. Tujuan penelitian adalah menganalisis penerapan siklus persediaan dan sistem pergudangan guna meningkatkan akurasi pencatatan operasional. Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus dilakukan dengan purposive sampling staf yang mengelola persediaan dan pencatatan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaa yang meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan sistem manual menyebabkan selisih stok, keterlambatan pelaporan, dan lemahnya pengendalian internal. Keterbatasan terdapat pada pemisahan tugas dan ketiadaan teknologi digital yang memengaruhi keakuratan dan ketepatan waktu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa transformasi digital dan penguatan kontrol internal dapat meningkatkan keandalan data dan efisiensi operasional. Rekomendasi meliputi adopsi pencatatan digital sederhana, penyusunan SOP, dan pemisahan tugas untuk memperbaiki akurasi dan daya saing.
Copyrights © 2025