Media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja, namun paparan konten seksual di platform digital dapat mendorong perilaku seksual berisiko. Masa remaja sebagai fase transisi menjadikan individu rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual pada siswa kelas X SMK Muhammadiyah Lebaksiu. Metode penelitian yang digunakan dalam poenelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 119 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Social Media Engagement Scale for Adolescents (SMES-A) versi Indonesia untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan kuesioner perilaku seksual berbasis konsep dari Sarwono (2006). Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik dengan bantuan SPSS 22. Hasil analisis menunjukkan 43,7% siswa tidak melakukan perilaku seksual, 49,6% terlibat dalam perilaku seksual berisiko ringan, dan 6,7% dalam perilaku seksual berisiko berat. Uji kecocokan model menunjukkan penurunan signifikan pada nilai -2 Log Likelihood (156,767 menjadi 72,547; p < 0,001). Nilai Nagelkerke R² sebesar 0,610 mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial berkontribusi 61% terhadap variasi perilaku seksual siswa. Regresi logistik juga menunjukkan pengaruh positif signifikan penggunaan media sosial terhadap perilaku seksual (β = 0,658; p < 0,001). Dengan demikian, penggunaan media sosial berperan signifikan dalam meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku seksual pada remaja. Hasil ini menegaskan perlunya intervensi literasi digital, komunikasi orang tua-anak, serta kebijakan sekolah dalam meminimalisasi risiko perilaku seksual remaja.
Copyrights © 2025