Latar Belakang : Tradisi lisan Sakera di Bangil menyimpan sistem tanda dan nilai kearifan lokal yang penting bagi pembentukan identitas budaya masyarakat. Namun, kajian semiotik mendalam terhadap konstruksi maknanya masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem tanda dalam narasi Sakera yang berfungsi sebagai media transmisi kearifan lokal dan konstruksi identitas komunal dalam masyarakat Bangil. Metode : Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika budaya yang berlandaskan pada teori semiosfera Yuri Lotman. Data diperoleh melalui dokumentasi, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam. Hasil dan Pembahasan : Penelitian ini mengungkap bahwa narasi Sakera beroperasi sebagai ruang semiotik yang kompleks tempat berbagai kode budaya berinteraksi, bernegosiasi, dan bertransformasi untuk menciptakan makna yang relevan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat. Kesimpulan : Temuan ini menunjukkan bahwa semiosfer Sakera tidak hanya berfungsi sebagai gudang nilai-nilai lokal, tetapi juga sebagai ruang dinamis bagi dialog budaya yang berkontribusi pada harmoni global melalui pengembangan toleransi dan saling pengertian.
Copyrights © 2025